Kapasitor Official Wordpress

Potential = possibility

Archive for the ‘puisi’ Category

Ratnadewi

without comments

sementara menanti subuh;

selak itu,

belek ini,

selongkar sana,

geledah sini,

 

Sebenarnya aku sendiri tidak tahu apa yang aku cari walaupun segala pancaindera ini dikerah mencari sesuatu yang tidak hilang.

 

sementara embun belum menitis;

menjengah ke laman politik,

melawat ke blog kawan,

gelintar manual pengaturcaraan,

mendengar lagu terbaru,

 

Sebenarnya itu adalah kebiasaan yang aku lakukan pada ketika aku bangun dari tidur dan tidak sepatutnya dilakukan pada lewat pagi ini.

 

ayam masih belum berkokok;

sebaris demi sebaris ayat,

keluar dari otak yang tepu,

sepatah demi sepatah kata,

disusun tanpa banyak tapisan.

 

Padahal aku boleh saja melabuhkan tirai malam dengan penuh nikmat dengan tidur hingga ke tengah hari.

 

Mencari yang tidak hilang,

Lakukan sesuatu di luar norma,

Menulis yang terbuku di hati,

 

Untuk semua yang aku lakukan,

Ratnadewi, 

mengapa engkau menjadi jawapan?

http://www.kapasitor.net/ms/puisi/post/2830

Written by kapasitor

November 22, 2008 at 7:43 pm

Posted in kapasitor.net, puisi

Tagged with ,

widget: Youtube untuk penulis

without comments

Lanjutan tentang Kapasitor Widget

Written by kapasitor

November 13, 2008 at 5:01 am

Posted in kapasitor.net, puisi

Tagged with

Astronomi Jiwa, Astrologi Hati

without comments

Astronomi Jiwa, Astrologi Hati

Ah, gaduh untuk sekian kalinya,
Sebatang tulang rusuk kiriku hilang,
Mungkin tersesat ke dunia astronomi?
Mungkin meracau dipengaruh astrologi?

Stellarium menjadi mangsa,
Fabien Chereau harus dipuja,
Setiap darjah Azimuth sudah diteroka,
Nilai Meridian dan Zenith sekadar hampa.

Sembunyikah engkau?
Di belakang Orion; Sang Pemburu,
Di celah M42; Nebula Orion,
Di sebalik Barnard 33; Nebula Kepala Kuda,

Tiada.

Hanyutkah engkau?
Dibawa arus Eridanus; Sungai Po di Laut Adriatik,
Dipusing Achernar; yang berputar laju,
Ditipu Epsilon Eridani; Sang kembar Matahari,

Tiada.

Sesatkah engkau?
Puas aku membelek Hubble,
Menilik deretan dan gugusan Kuiper,
Meninjau jika terdampar engkau di sana,

Tiada.

Dalam hampa aku lesu,
SMS sakti dari bumi kanggaru,
Menjadi penawar memberi klu,
Tempat persembunyian tulang rusukku,

Kupesongkan Hubble hatiku ,
Mencari latitude +80,
Di situ! engkau di situ!
Tersangkut kemas pada Virgo,
Membawa harapan secerah Spica,

Mari, turun ke bumi!
Menjadi pelengkap rusuk kiriku,
Semoga tumbuh sebagai sayap,
Membawa kita terbang,
Dan jika engkau gayat,
Peluk erat diriku sayang,

Bersama kita membelah Celestial.

Written by kapasitor

September 2, 2008 at 5:56 pm

Posted in puisi

Tagged with ,